MENGEMBANGKAN
POTENSI KECERDASAN ANAK MELALUI FAMILY PROJECT
BELAJAR BERSAMA ALAM
“MEMPERAGAKAN REAKSI
KIMIA TENTANG KARAT ”
Terkadang menjadi sesuatu yang menyebalkan ketika harus meladeni
anak dengan rentetan pertanyaan ini itu. Kalau bukan karena mengingat fitrah
belajar anak yang cenderung ingin tahu banyak hal, apalagi hal itu adalah
sesuatu yang baru baginya barangkali hanya akan aku lewatkan begitu saja
pertanyaan-pertanyaan putri kecilku. Lama-lama menjadi sebuah kebiasaan yang
terbangun antara aku dan Aqila, saling bertanya dan memberi penjelasan. Baik
dia dulu yang tanya atau aku yang memulai untuk memberi stimulus kepadanya. Aku
berusaha focus dan konsisten dalam menjalankan peran sebagai pendidik baginya,
sehingga tekad dan semangat mendampinginya belajar tetap terjaga.
MEMPERAGAKAN REAKSI
KIMIA TENTANG KARAT
Celotehnya yang menggemaskan itu kunikmati saja sebagai pemberi
warna kehidupanku sehari-hari. Namun, di sisi lain akupun harus siap dengan
segala hal yang ia tanyakan kepadaku. Artinya akupun tetap harus melek baca dan
wawasan untuk memenuhi kebutuhannya akan keingintahuannya. Kecenderungan Aqila
untuk mengamati apa yang ada dilingkungannya, menjadikannya anak yang banyak
bertanya. Sehingga akupun merasa seperti dituntut untuk mampu mengembangakan
kemampuan naturalisnya ini. Beberpa hal yang telah aku lakukan dalam upaya
mengembangkan kemampuan naturalisnya ini adalah :
1. Memberinya
kesempatan dan keleluasaan untuk tetap dapat mengamati segala hal yang ada di
sekitarnya, selanjutnya dengan memberinya bimbingan dan penjelasan jika muncul
pertanyaan darinya sebagai tanda ia telah menemukan sebuah persepsi dari apa
yang diamatinya.
2. Terhadap
binatang, aku mencoba memberinya kesempatan untuk turut serta memelihara dengan
baik, seperti memberi makan dan menyayangi. Hingga suatu hari ada hal lucu yang
ia tanyakan kepadaku terkait pola hidup binatang. Pernah suatu ketika ia
bertanya mengapa kalau kambing itu menyusu kepada ibunya tapi kalau ayam nggak
menyusu ibunya. Dengan kebiasaanya terlibat dan berinteraksi dengan binatang
maka munculah rasa ingintahu yang lebih banyak tentang kehidupan binatang.
3. Mengajaknya
berjalan-jalan di alam terbuka dan saling bercerita tentang apa saja yang
ditemui dan yang terjadi di lingkungan sekitar( diskusi kecil).
4. Memberinya
penjelasan tentang sebuah siklus hidup tumbuhan dan hewan sambil mengajaknya
melihat langsung melalui lingkungan sekitar. Misalnya saja, tentang metamorphosis
kupu-kupu. Dari kebun yang seringkami kunjungi, kuperlihatkan telur ulat, ulat,
kepompong dan kupu-kupu yang beterbangan. Meskipun makhluk ini bukan dari satu
siklus, namun menjadi lebih mudah memberinya penjelasan dan pengetahuan.
Lama-lama muncul rasa penasaran Aqila yang baru, mengapa ulat harus sembunyi di
gulungan daun, mengapa telur ulat terbungkus serat putih seperti kapas,
kupu-kupu makannya apa dll.
MEMPERAGAKAN REAKSI
KIMIA TENTANG KARAT
Beberapa hal itulah yang bisa dilakukan untuk mengembangkan
kemampuan naturalis anak. Masih banyak lagi metode lainnya seperti melakukan
percobaan / ekperimen sederhana untuk menjawab pertanyaan anak yang secara
khusus membutuhkan peragaan/ demonstrasi dalam menganalogikan sesuatu yang
ingin diketahuinya. Jika hal itu tak dapat dilihat langsung secara alamiah
seperti pada kejadian sebenarnya. Disinilah peran orangtua akan semakin
meningkat dalam mendukung proses belajar anak. Seperti halnya yang terjadi hari
ini, saat turun hujan kami tak dapat keluar rumah untuk bermain. Aqila hanya
memandangi hujan di balik jendela kamar. Ia berdiri di atas kursi dan menikmati
hujan dengan bernyanyi “tik-tik bunyi hujan’’. Aku melihat ada sesuatu yang
membuatnya kecewa karena tak ada yang bisa dilakukannya di luar sana, lalu
diapun menghibur dirinya dengan bernyanyi. Setelah ku dekati dia terjadilah
sebuah percakapan diantara kami.
“ hujan ya kak, dingin enggak?”
“enggak bu..kan aku nggak basah”
“ kok di deket jendela gini kakak lihat apa?”
“ ya aku mau lihat hujan, hujannya deres ya bu, aku jadi nggak
bisa main disana” ujarnya sambil menunjuk ke arah pohon sawo tempat biasanya ia
bermain.
“ya kan nggak tiap hari hujannya, ya nggak apa-apa to? Nanti
juga hujannya reda” kataku menghiburnya.
“iya bu, nanti kalau hujannya reda aku mau cuci mainanku yang
kehujanan disana, itu dah kena tanah.”
“ wah kakak lupa ya nggak beresin mainannya tadi, sampe
kehujanan gitu?”
Kulihat dia hanya tertawa kecil sambil menutup mulut mungilnya
dengan tangan kanannya. Tiba-tiba pandangannya beralih kepada sebuah tralis
jendela yang tak lagi biru seperti warna awalnya.
“ibu, kenapa jendelanya warna birunya banyak yang hilang? Apa
jendela kita mau ganti jadi warna cokelat?” tanyanya tiba-tiba.
“oh bukan begitu nak, cat jendelanya memang semula biru. Tapi
lama-kelamaan catnya
mengelupas dan munculah karat yang berwarna cokelat ini. Jadi
bukan mau ganti warna cokelat. Warna cokelat itu dikarenakan besi jendelanya
setiap hari kena angin atau jika kita membersihkan jendela pakai air maka
jendela kita juga kena angin dan air. Apalagi kalau hujan begini, kan sesekali
juga kecipratan air hujan.”
“ Namanya apa bu?” ia kembali bertanya.
“ Namanya karatan” jawabku singkat.
“ ooh….apa kita bisa cat lagi, biar karatnya hilang?”
“ ya bisa dicat lagi, tapi bukan berarti karatnya hilang
melainkan karatnya hanya tertutup oleh cat jadi karatnya nggak kelihatan.”
Dari percakapan sederhana ini rasanya aku menjadi geregetan
untuk menunjukan padanya proses terjadinya karat karena tak mungkin aku
menjelaskan padanya tentang proses oksidasi pada besi atau karat yang Bahasa
ilmiahnya sering disebut dengan besi oksida. Lalu aku ajak saja dia bermain
dengan bahan cuka dan sabut cuci piring.
MEMPERAGAKAN REAKSI
KIMIA TENTANG KARAT
Bahan-bahan :
1. Gelas
platik berukuran 300 ml
2. Sabut
ppencuci dari aluminium
3. 15
ml air cuka
Langkah-langkah :
1. Masukkan
sabut pencuci ke dalam gelas
2. Tuangkan
cuka diatasnya
3. Amati
warna sabut itu selama kuranglebih 2 jam, perhatikan apa yang terjadi.
Hasil :
Sabut aluminium yang tadinya berwarna keperak-perakan di awal percobaan,
setelah waktu berjalan bagian dari sabut tadi berubah menjadi cokelat
kemerah-merahan.
Mengapa terjadi?
Karena cuka menghilangkan lapisan pelindung sabut aluminium.
Sehingga aluminium pada sabut berkarat. Karat merupakan reaksi kimia yang
merupakkan gabungan suatu bahan dengan oksigen. Campuran oksigen dengan bahan
lain disebut dengan oksidasi. Seperti penyatuan oksigen dengan besi membentuk
bahan kimia cokelat kemerah-merahan yang disebut dengan oksida besi alias
karat.
Demikian percobaan hari ini ditengah hujan Bersama kakak Aqila.
MEMPERAGAKAN REAKSI
KIMIA TENTANG KARAT