MENGEMBANGKAN
POTENSI KECERDASAN ANAK MELALUI FAMILY PROJECT
BELAJAR BERSAMA ALAM
“MEBUAT AIR MANCUR
HANGAT ”
Tidak dapat dipungkiri
bahwa setiap anak dengan kecerdasan naturalis yang lebih menonjol, memiliki
ketertarikan yang tinggi terhadap alam sekitar. Ketika kita telah menemukan
minat dan kecenderungan akan ketertarikan anak terhadap sesuatu, maka tugas kita
selanjutnya adalah mengembangkannya. Jangan patahkan semangat dan ketertarikan
anak-anak kita hanya karena kita malas atau menganggap remeh hal-hal kecil yang
menjadi ketertarikannya atau alasan lain karena kita sebagai orangtua yang tak
memiliki waktu yang cukup untuk mendampingi anak-anak belajar. Semakin
anak-anak kita arahkan dan dampingi akan ketertarikannya, maka akan semakin
luas wawasan yang akan didapatkannya. Sehingga anak-anak kita memiliki
pengetahuan yang benar dan tepat dari orang terdekatnya. Iapun akan lebih mudah
mengeksplorasi dirinya dan wawasan yang dimilikinya. Hal ini akan membawa anak
pada kebenaran dan pengetahuan sejati.
Dalam hal ini, karena kakak
Aqila dengan kecerdasan naturalisnya yang lebih menonjol, maka saya ingin
sampaikan bahwa ada beberapa tujuan pembelajaran kecerdasan naturalis
diantaranya sebagai berikut:
Pembelajaran kecerdasan naturalis bertujuan supaya anak menjadi terarah dalam
menggunakan kemampuannya melihat perbedaan, meneliti, mengamati sesuatu,
mengidentifikasi dan mengklasifikasikan. Jika kemampuan ini tidak terarah, maka
bisa jadi anak akan keliru memahamai sesuatu karena ia akan mengambil
kesimpulannya sendiri tanpa pendampingan dan bimbingan orangtuanya, tak jarang
juga ia justru akan mendapat informasi yang keliru dari oranglain, karena ia
bertanya pada oranglain.
Selain itu pembelajaran ini
akan mengembangkan minatnya pada lingkungannya, ia akan peduli dan mencintai
lingkungannya, harapannya kedepan adalah anak memiliki daya kreativitas dalam
membudidayakan flora dan fauna. Selanjutnya, setelah dewasa anak dapat lebih
mudah dalam mengarahkan dirinya untuk menentukan cabang keilmuan yang akan
ditekuninya. Misalnya saja dia akan tertarik pada pembelajaran geologi,
biologi, botani, astronomi dll.
Nah, itulah sekilas tentang
pembelajaran kecerdasan naturalis yang saya harapkan akan menjadi sebuah
konsistensi saya melakukan pembelajaran Bersama kakak Aqila. Yang sementara ini
saya melihat kecenderungannnya yang sangat menonjol pada kecerdasan naturalis.
Masih tentang pengalaman kemarin pagi saat kakak Aqila melihat kabut. Hal ini
tentunya berkaitan dengan pengaruh suhu panas dan dingin pada air dan udara.
Namun, untuk selanjutnya saya ingin memperlihatkan padanya apa saja yang bisa
terjai pada dua benda yang berbeda suhu ini. Maka, hari ini kami akan melakukan
percobaan membuat air mancur hangat.
Yang kami butuhkan adalah :
1. Cangkir
plastic dengan tutupnya
2. Bolpoint/lidi
3. Batu-batu
kecil
4. Mangkuk
besar
5. Pewarna
makanan
6. Air
hangat dan dingin
Langkah-langkah percobaan :
1. Buatlah
lubang pada cangkir plastic dengan menggunakan bolpoint, satu di bagian
tutupnya dan satunya di bagian dekat dengan dasar cangkir.
2. Isilah
mangkuk dengan air dingin
3. Tutuplah
lubang pada dasar cangkir dengan jarimu lalu masukkan air hangat. tambahkan beberapa
tetes pewarna makanan ke dalam air kemudian tutuplah cangkirnya.
4. Masukkan
cangkir ke dalam mangkuk besar yang berisi air dan letakkan beberapa batu di
atasnya supaya cangkir tetap tenggelam. Pastikan lubang pada tutup cangkir
tidak tertutup batu.
Apa yang terjadi?
Air hangat dalam cangkir akan naik keluar dari tutup ke air
dingin dan perlahan akan turun ke dasar mangkuk.
Mengapa demikian?
Karena ketika dipanaskan, cairan akan mengembang dan berat jenisnya akan
menurun. Hal ini membuat cairan panas naik ke atas cairan dingin, ketika sudah
dingin berat jenis cairan tersebut akan bertambah sehingga turun lagi. karena
hal inilah air hangat dalam cangkir naik keluar dari tutup cangkir menuju dasar
mangkuk.