MENJAJAKI GAYA BELAJAR ANAK
DENGAN BERAGAM KEGIATAN
“BERMAIN DAN MENYAYANGI BINATANG”
Setiap kita
memiliki kewajiban peduli dengan lingkungan dan alam sekitar, termasuk kepada
binatang yang termasuk makhluk hidup yang memiliki peranan penting dalam
keseimbangan ekosistem di alam ini. Dan semua ini haruslah ditanamkan sejak
dini dari orangtua kepada anaknya. menanamkan sikap peduli dan menyayangi
binatang merupakan sebuah pembelajaran yang harus diberikan kepada anak bukan
untuk dihindari atau hanya sebatas anak mengenal nama-nama binatangnya saja,
namun tidak memiliki kepekaan terhadap binatang. Bahwa binatang adalah makhluk
ciptaan Allah yang perlu disayangi, mereka juga merasakan sakit jika dipukul
atau disakiti dalam bentuk lain, binatang juga merasakan lapar dan haus.
Semua
pembelajaran ini haruslah diawali dari sikap orangtua yang mengajarkan kepada
anak-anak untuk mencintai binatang. Namun sayangnya, masih belum banyak orantua
yang mau mengajarkan kepada anaknya untuk mencintai binatang dan justru
ungkapan-ungkapan negative itu keluar dari orangtua sendiri dengan segudang
larangan untuk anaknya tidak mendekati binatang. Banyak orangtua yang melarang
anaknya mendekati binatang karrena kotor. ketika orangtua mengatak hal itu kepada
anaknya,anak akan memiliki ingatan dan persepsi bahwa binatang itu kotor.
Padahal, setiap anak memiliki rasa ingin tahu yang besar dan ingin mencoba
mulai berinteraksi dengan apa yang dilihatnya, salah satunya dengan binatang.
Jika khawatir karena binatang itu kotor dan dapat mengotori tubuh anak, maka
ketika selesai menyentuh binatang, anjurkan anak untuk segera mencuci tangan
dan membersihkan badan mereka.
Baca Juga ya
Bahkan
terkadang orangtua tak sadar sering melakukan penyiksaan kepada binatang di
hadapan anak-anaknya, sehingga anak melihat langsung contoh yang tidak baik
ini. Misalnya saja menendang kucing yang sedang meminta makan, melempar ayam
dengan batu-batu saat ayam masuk ke pekarangan rumah dan memakan sebagian
tanaman. Bahkan ada juga orangtua yang mengajak anak laki-lakinya berburu
menggunakan senapan, mereka menembaki burung dan tupai. Jika hal ini terus dibiarkan
bagaimana mereka dapat memiliki rasa sayang dan peduli pada binatang? Karena
yang mereka lihat adalah contoh perilaku yang tidak baik terhadap binatang.
Saya juga
sering melihat orangtua melarang anaknya memelihara binatang, padahal dengan
memelihara bintang, anak menjadi punya tanggung jawab. Selain itu dengan
memelihara binatang dapat meningkatkan kecerdasan dan karakter anak. Ia akan
memiliki kepedulian dengan binatang, ketika anak memiliki rasa peduli dengan
binatang dampaknya adalah mereka juga akan peduli dengan lingkungan sekitarnya.
Bagaimana caranya ? biarkan anak-anak menyentuh binatang langsung walau hanya
sekedar mengelusnya, hal ini sudah termasuk mengajarkan menyangi binatang.
Ijinkan anak untuk memberi makanan kepada binatang-binatang liar. Sebagai
orangtua memberi contoh untuk tidak
mengusir dan menyiksa binatang disekitar kita.
Ijinkan
anak-anak kita untuk merawat binatang peliharaan. Apalagi jika keinginan
merawat binatang itu datang dari diri anak sendiri, itu artinya mereka yang memiliki
inisiatif untuk memelihara binatang. Dengan begitu, kita dapat mengajarkan
tanggungjawab kepada anak untuk memberi makan dan minum kepada hewan
peliharaannya secara rutin. Lama-lama dengan aktivitas ini anak akan menajadi
memiliki rasa tanggungjawab dan peduli kepada binatang.
kegiatan bermain anak yang melibatkan binatang
peliharaan dapat menjadi salah satu kegitan untuk menjajaki gaya belajar Aqila
yang memilikii kecenderungan sebagai seorang naturalist. Sering saya mengajak
Aqila untuk melihat film documenter tentang binatang. Aqila melihat kehidupan
dan perilaku binatang yang sesungguhnya, apa yang harus dilakukan manusia
terhadap binatang, Aqila belajar tentang rantai makanan dan pengaruhnya
terhadap ekosistem alam. Ia tahu dampak putusnya rantai makanan akibat
perbuatan yang tidak bertanggung jawab manusia.
Baca Juga ya
Meskipun Aqila belum memiliki inisiatif untuk
memelihara binatang, namun dia sering ingin bermain dengan binatang peliharaan
ayah. Bahkan setiap harinya ia masuk ke kandang ayam untuk menghitung
ayam-ayamnya, melihat aktivitas ayam bertelur dan melihat kumpulan telur yang
ada di petarangan. Terkadang ia juga melibatkan dirinya untuk turut serta
memberi makan ayam Bersama ayah. Bahkan pernah ia dengan sengaja menangkap ayam
untuk dimandikan dibawah keran air. Terkadang ia juga bermain Bersama kucing
peliharaan mbah kakung. Kucing yang sangat jinak ini sering diajaknya bermain
posyandu, untuk diayun layaknya seorang bayi yang sedang ditimbang. Namun, ada
kebiasaan Aqila yang kurang baik dalam memprlakukan kucing, ia sering menginjak
ekor kucing dengan hentakan yang keras. Entah apa maksudnya, setiap kali
kutanya dia hanya tertawa kecil sambil menutup mulut dengan tangan mungilnya
lalu berlari menjauhiku. mungkin karena gemas atau apa belum dapat saya
pastikan.
Pernah suatu hari ia melihat banyak sekali ulat
gemuk-gemuk yang berada di tanaman bunga geranium, saya saja geli melihatnya,
tapi Aqila berani menyentuhnya. Hanya sekedar menyentuh saja tidak untuk main.
Kemudian sore harinya ia mempresentasikan di hadapan ayahnya bahwa ulat keket
itu berasal dari telur kupu-kupu lalu akan berubah menjadi kepompong, lalu dari
kepompong itu akan keluarlah kupu-kupu yang cantic. Ayahnya berdecak kagum
dengan presentasinya yang lucu dengan gaya Bahasa yang khas anak kecil sangat
menggemaskan. Nah berarti Aqila telah memahami proses metamorphosis kupu-kupu.
Lalu dia bernyanyi sambil menggerak-gerakan kedua tangannya layaknya sayap
seekor kupu-kupu.
Baca Juga ya
Kecerdasan
Aqila yang cenderung naturalis membuatnya mudah untuk berinteraksi dengan
binatang dan memahami kehidupan binatang. Hal ini karena ia memiliki
ketertarikan lebih pada jenis flora dan fauna. Dengan kuberikan video dan
gambar-gambar kehidupan binatang, ia menjadi mudah mengingat perilaku dan pola
hidup binatang. Selain itu berinteraksi langsung dengan binatang menjadikan ia
mengetahui bahwa binatang tidak dapat kita atur sekehendak hati. Mendampinginya
bermain dan memberikan penjelasan serta mmenunjukkan secara langsung membuatnya
mengerti dan mengingat bahwa ada beberapa binatang liar di sekitar kita yang
berbahaya tak boleh disentuh dan didekati. Jadi hanya boleh main dengan
binatang peliharaan saja. Berinteraksi secara langsung dengan binatang
peliharaan, membuat Aqila memiliki aktivitas fisik untuk melatih keseimbangan
dan kekuatan tubuhnya, seperti berlari mengejar ayam hingga dapat menangkapnya
ia menjadi memiliki srategi untuk menangkap ayam atau menggendong ayam dan
kucing yang ukurannya besar dengan semangat berusaha mampu menggendongnya meski
berat. Artinya ia pun belajar dengan gaya belajar kinestetik saat bermain
dengan binatang meskipun hanya sebentar dan Aqila bukanlah anak yang mahir
dalam hal ini.
aqila memandikan ayam
ayam pejantan kesayangan
memberi ayam makanan
mengamati dan memberi makan ikan
habis posyandu kucingpun di timbang
Momong kucing Dan menidurkan di ayunan
Gaya Presentasi aqila tentang metamorfosis kupu-kupu
#harike8
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#kuliahBunSayIIP