MENCERDASKAN EMOSI
ANAK MELALUI FAMILY PROJECT
BELAJAR SAINS DENGAN BAHAN MAKANAN
“MENENTUKAN DAERAH-DAERAH RASA”
MENCERDASKAN EMOSI
ANAK MELALUI FAMILY PROJECT , Dengan emosi yang dihayati dan dialami anak, harapannya kedepan
kehidupannya menjadi lebih kaya akan makna. Dengan perasaan gembira, sesuatu
yang sedang dilakukan anak akan lebih baik hasilnya. Sebaliknya, pada saat anak
merasakan sedih, sesuatu yang dilakukan hasilnya akan tidak optimal. Kecemasan
adalah sebuah fitrah yang dimiliki oleh semua anak. Bedanya, kecemasan yang
normal akan memunculkan dorongan untuk berprestasi, namun kecemasan yang
berlebihan dapat menghambat prestasi.
Kecerdasan emosional juga merupakan kemampuan seseorang
memonitor perasaan dan emosi diri sendiri dan oranglain, memilih antara
emosi-emosi yang muncul, dan mempergunakan informasi ini untuk membimbing
pikiran dan tindakan seseorang. Bagi seorang anak, hal ini tentunya membutuhkan
pendampingan orangtua dalam melatih kemampuannya untuk memonitor perasaan dan
emosi anak. Butuh sebuah kesabaran dan konsistensi tinggi untuk dapat mencapai
hasil yang diharapkan , yaitu anak memiliki kecerdasan emosional yang baik.
Pengalaman pagi ini, kakak Aqila begitu menginginkan buah jeruk
yang ada di tangan mb Ela saudara sepupunya yang tinggal tepat lima langkah
dari rumah. Kuperhatikan dia perlahan mendekati mb Ela yang sedang berdiri di
depan pintu dengan sebuah jeruk ditangan. Kakak Aqila berusaha meminta dengan
kalimat yang sopan, namun reaksi mb Ela sangat tidak menyenangkan barangkali
karena factor dia sedangg kurang enak badan. Jangankan membagi buah jeruknya,
menjawab pun tidak. Hanya wajah cemberut yang ia tampakkan pada kakak Aqila.
Masih saja kuperhatikan kedua anak ini, berharap ada akhir cerita yang baik.
Rupanya kenyataannya tidak demikian, kakak Aqila menangis karena diberi jeruk
yang berbeda dengan mb Ela. Rupanya jeruk yang diberikan ke kakak Aqila adalah
jeruk yang masam dan terlihat dari warna buahnya yang pucat. Namun, yang
semakin membuat kakak Aqila menangis adalah kalimat mb Ela yang menyalahkannya
sewaktu menamai sebuah rasa. Jeruk yang masam itu menurut kakak Aqila adalah
rasa pahit. Dan menurut mb ela jeruk itu kecut bukan pahit. Terjadilah
perdebatan diantara mereka, hingga kakak Aqila menangis.
Namun kakak Aqila tak memaksa untuk memenangkan debatnya, ia menaruh jeruk
pemberian mb Ela di meja lalu berlari pulang memelukku. Aku hanya tersenyum
padanya, lalu ku jelaskan padanya bahwa mb Ela sedang sakit, sehingga mb ela
jadi mudah marah. Kakak Aqila harus maafkan mb ela dan memakluminya. Tak lama
kemudian dengan pelukan erat dariku tangis kakak Aqila mulai mereda. Tak lupa
bunda sampaikan padanya, bahwa bagaimanapun mb Ela adalah saudaranya yang
menyayanginya, maka kakak Aqila juga harus menyayanginya juga.
Rasanya sesuatu banget jika mendengar anak kandungnya diejek dan
dimarahi oranglain hanya karena sebuah pengetahuan yang belum ia pahami dan
kuasai. Tapi sebenarnya tidak salah juga jika dia mengatakan jeruk pucat itu
pahit, karena bisa saja terjadi. Karena biasanya jeruk yang masam itu memang
terasa pahit jika serat-serat kulit jeruknya masih menempel di daging buahnya.
Kemudian untuk menghiburnya, ibu berinisiatif mengajak kakak Aqila bermain
peran lagi menjadi koki cilik seperti hari-hari kemarin, namun ibu banting
setir dari rencana semula. Karena awalnya ibu tidak akan mengangkat tema
tentang “rasa”, namun karena kejadian pagi hari tadi, ibu sengaja mengubah
planingnya.
Maka family project hari ini adalah mengenal rasa melalui indra
pengecap. Harapannya kakak Aqila dapat mengenal dan menyebutkan macam-macam
rasa, mengidentifikasi dan menentukan daerah rasa di lidah.
Di dalam lidah kita terdapat bintik kecil pada permukaan dan
dibawah lidah yang membantu kita merasakan berbagai rasa.
“MENENTUKAN DAERAH-DAERAH RASA”
Alat dan bahan yang diperlukan :
Air
Garam
Gula
Asam asetilsalisilat atau Aspirin
Sari buah lemon
4 buah gelas kecil
4 buah batang pembersih berbungkus kapas
Tisu
Sendok
Jalannya percobaan :
1. Isilah setiap gelas dengan air cukup setengah gelas saja.
2. Tambahkan dua sendok garam pada gelas pertama
3. Tambahkan dua sendok gula pada gelas kedua
4. Larutkan asam asetilsalisilat pada gelas kedua
5 Tambahkan dua sendok sari buah lemon pada gelas ke empat.
6. Keringkan lidah dengan menggunakan tisu untuk menghilangkan
air liur.
7. Celupkan batang pembersih berkapas ke dalam setiap gelas,
tiriskan lalu tempelkan ke bagian tengah, samping, dan belakang lidah.
8. Sebutkan rasa yang kamu rasakan dan di bagian manakah rasa
itu paling kuat terasa di lidah.
9. Cuci mulutmu dengan air dingin dan keringkan kembali dengan
tisu.
10.Ulangi langkah ke 8 untuk gelas ke 2, 3 dan 4.
Apa yang terjadi?
Rasa asin dan manis akan sangat terasa pada ujung lidah, rasa
pahit lebih terasa di pangkal lidah dan rasa asam terasa di bagian samping.
Mengapa demikian?
Kita dapat merasakan berbagai macam rasa karena adanya reaksi
sekelompok sel. Sel-sel itu terdapat pada bintik-bintik kecil yang ada di
permukaan lidah . indera perasa pada daerah ini memiliki syaraf akhir yang
bereaksi kuat pada rasa tertentu, dan mengirimkan reaksinya ke otak.
Makna hari ini :
1. Melalui
kegiatan hari ini, kakak Aqila dapat menetralisir perasaannya. Dia menjadi
bersemangat kembali dan hilanglah kesedihannya.
2. Kakak
Aqila dapat mengatasi gejolak emosinya dengan tidak membalas kata-kata yang
melukainya, dengan cara meningglakan lawan bicaranya begitu saja.
3. Kakak
Aqila dapat mengungkapkan perasaaannya dengan sangat baik kepada ibu,
mengeksplorasi apa yang dirasakan dan mengelola perasaannya dan mampu
mengurangi tekanan diri akibat emosi dengan mengikuti kegiatan Bersama ibu.
4. Pengalaman
buat ibu, penting sekali menanamkan semangat kekeluargaan pada anak, menjadi
mediator bagi anak yang bertengkar dan tidak memihak kepada salah satunya.
5. Kakak
Aqila mampu menyebutkan dan membedakan rasa dengan benar, meskipun untuk
mengidentifikasi daerah-daerah rasa pada lidah bagian mana yang paling kuat
rasanya kurang sempurna.