MENCERDASKAN EMOSI ANAK MELALUI FAMILY PROJECT
BELAJAR SAINS DENGAN BAHAN MAKANAN
BAGIAN 5 “MEMBERI MAKAN SELEDRI”
Kecerdasan emosional dapat membekali anak agar berpikir
realistis dan optimis. Supaya mereka dapat mengenali dan mengendalikan perasaan
mereka serta mampu mengelolanya dengan baik. Anak-anak yang sulit memahami
perasaan-perasaan mereka dan oranglain, akan rentan terhadap masalah-masalah
perilaku dan pembelajaran yang akan ia hadapai saat besar nanti. Sehingga
menjadi sangat penting sekali bagi orangtua untuk memupuk kecerdasan emosional
sejak dini. Lalu bagaimana caranya mencerdaskan emosional anak? Cara mudah
untuk mengajarkan kecerdasan emosional misalnya dapat dilakukan dengan membuat
kartu emosi, curahan hati, membaca dongeng atau buku Bersama, bermain peran,
memotivasi anak, melibatkan anak dalam berbagai kegiatan seperti olahraga,
menggunakan metode belajar efektif dan memberi kasih sayang yang tulus.
Ibu mengambil salah satu metode diatas yaitu menggunakan metode
belajar efektif sejak dini. Sehingga anak dapat belajar sesuatu yang
menyenangkan, yang diminati anak dan dalam waktu yang singkat tapi anak mampu
menyerap pengetahuan dengan baik. Family project kali ini adalah memberi makan
seledri, sebbenarnya fokusnya adalah mengetahui bagaimana cara tumbuhan
menyerap makanan dan mineral yang dibutuhkan. Awalnya kakak Aqila hanya
memperhatikan kakek yang memberi pupuk sayuran-sayuran di kebun. Lalu bertanya
mengapa tanaman harus disiram dan dipupuk. Jadilah ibu inisiatif untuk membuat
sebuah percobaan untuk menjawab pertanyaan kakak Aqila.
Begitu ibu sampaikan bahwa kami akan bermain masak-masakan dan
kakak Aqila menjadi koki ciliknya lagi.. dia sangat girang, tertawa sambil
melompat-lompat. Tak kalah serunya ibu juga antusias untuk segera mengajak
Aqila bermain. Ia pun menghujaniku dengan rentetan pertanyaan perihal apa saja
yang harus ia siapkan dan lakukan. Oh…kegembiraan ini lho yang ibu suka dari
kakak Aqila, rasa-rasanya kakak Aqila sejak berperan menjadi koki cilik ini,
dia jadi sering banget bercerita tentang kegiatannya ini ke teman-temannya, ia
juga sering bertanya masak apa kita hari ini, atau main apa bu kita hari ini….
Baiklah, hari ini kita sudah mengawali hari dengan melakukan
percobaan tentang seledri yang berubah warna. Kok bisa? Iya bisa, mari mencoba
Banyak sekali tumbuhan yang menjadi bahan makanan bagi manusia. Artinya
tumbuhan telah memberi kita makanan, tetapi bagaimana tumbuhan mendapatkan
makanan?
Bahan-bahan yang diperlukan
1. Dua tangkai seledri dengan daunnya.
2. Dua buah gelas yang telah diisi air setengahnya
3. Dua buah Pewarna makanan.
Jalannya percobaan :
Masukkan batang seledri ke dalam gelas berisi air yang telah diwarnai dengan
bahan pewarna.
Lihatlah seledri tersebut setelah 1 jam, apa yang terjadi pada
batang-batangnya.
Biarkan percobaanmu selama 12 jam dan kemudian lihatlah lagi seperti apa
daun-daunnya.
Kamu dapat lakukan percobaan ini pada siang hari dan biarkan semalaman.
Apa yang terjadi?
Setelah 1 jam batangnya terlihat beruabah warna menjadi merah /
sesuai pewarna yang digunakan. Meskipun tidak totalitas berubah warna
seluruhnya, namun tampak warna merah itu merambat melalui batang seledri.
Setelah 12 jam lebih, daun-daunnya pun berubah warna menjadi merah.
Mengapa demikian?
Ketika daun-daun bertranspirasi, air akan tertarik dari batang
menuju ke daun melalui saluran kecil yang disebut pembuluh xylem. Sehingga
batang dan daun tanaman dapat berubah warna karena mineral yang ditarik oleh
batang seledri adalah air yang berwarna.
Begitu juga tanaman yang hidup di tanah, batang tanaman menyerap
air dan mineral-mineral dari tanah melalui akar-akar rambut. Proses ini dikenal
dengan osmosis. Yaitu lewatnya cairan dan gas melalui sebuah membrane, sejenis
kulit. Air masuk melalui sel-sel terdekat lalu dibaa melalui pembuluhnya ke
tangkai dan daun.
Uniknya dari percobaan ini adalah kakak Aqila tidak lagi
bertanya harus bagaimana ia melakukan tugasnya, begitu ibu menjelaskan apa yang
akan kami lakukan, dia dengan sendirinya paham akan penjelasan ibu, lalu ia
memualai memotong selledri dan memasukkan bahan pewarna ke dalam gelas. Ketika
selesai melakukan percobaan dan kami tinggal menunggu hasilnya, kakak Aqila
punya inisiatif untuk memotong batang seledri yang tersisa, ia menghitung
jumlah anggota keluarganya, ada ayah, ibu, kakak Aqila dan adek bayi yang masih
di perut ibu. Lalu ia membuat potongan tanaman seledri cukup untuk kami semua.
Ketika ku tanya untuk apa seledrinya dipotong lagi, ia bilang bahwa ini adalah
hadiah untuk ayah,ibu, aku dan adek karena kakak Aqila sayang sama kami semua.
Tak lupa ia berpesan pada ayah dan ibunya untuk menyimpannya dan jangan sampai
hilang.
Wah..ini sungguh luar biasa. Setelah ia memberiku bunga geranium
dan pucuk merah, kali ini ia memberiku sebatang seledri sebagai tanda sayangnya
pada ayah dan ibunya. Terimaksih kakak Aqila.
Makna hari ini :
1. Melalui kegiatan-kegiatan yang lima hari ini ibu lakukan, ibu
mendapatkan pengalaman terkait factor-faktor yang mempengaruhi EQ, diantaranya
adalah kondisi fisik, psikologis dan lingkungan. Pertama kondisi fisik,
Upayakan anak memiliki keseimbangan tubuh yang baik, jangan sampai kelelahan
atau kesehatan terganggu. Hal ini akan meyebabkan anak mengalami emosional yang
meninggi. Kedua, kondisi psikologis. Jangan biarkan anak-anak kita mengalami
kecemasan yang berlebihan atau mengalami kegagalan mencapai tingkat aspirasi.
Ketiga kondisi lingkungan, buat suasana rumah yang menyenangkan.
2. Kakak Aqila tahu bagaimana mengekspresikan rasa sayangnya
kepada semua anggota keluarganya dengan benda-benda yang ada di dekatnya dengan
begitu mudah dan ringannya ia menyampaikan rasa sayangnya sebagai ungkapan
perasaan yang bahagia.
3. Terbangun rasa optimis dalam dirinya, manakala ia dengan
percaya diri menceritakan setiap kegitannya Bersama ibu menjadi koki kecil.
4. Kakak Aqila sukses membangun aspirasi dengan mengamati setiap
proses kegiatan yang dilakukan.