MENCERDASKAN EMOSI ANAK MELALUI FAMILY PROJECT
BELAJAR SAINS DENGAN BAHAN MAKANAN
“MEMBUAT GAS KARBON DIOKSIDA”
Setiap anak memiliki pribadi yang unik dan menarik. Tahukah
anda, bahwa setiap anak memiliki kecenderungan untuk selalu Bersama dengan
oranglain. Ia ingin menjelajah dan ingin tahu banyak hal, karena hal ini
merupakan fitrah belajar anak. Maka sebagai orangtua sebaiknya kita menyiapkan
sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan belajar dan keingintahuannya. Selain
itu anak juga merupakan makhluk yang aktif yang tidak mau diatur dan dibentuk
begitu saja oleh kedua orangtuanya. Jika ada yang cenderung bersikap pasif,
maka untuk mengubahnya menjadi anak yang aktif dibutuhkan sikap social yang
baik kepada anak.
Sikap social ini akan Nampak manakala anak berinteraksi dengan
oranglain atau berteman. Anak yang pandai berteman akan tumbuh menjadi anak
yang bahagia dan terhindar dari rasa kesepian bahhkan depresi. Namun untuk
mengajarkan anak suka berteman terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi
orangtua, karean hal ini tidaklah mudah bagi anak yang cenderung pasif apabila
si anak tidak dibekali dengan aturan-aturan social saat anak berteman.
Aturan-aturan social yang sederhana dapat kita ajarkan kepada
anak dengan mengobservasi dan meniru dari keteladanan yang kita bberikan.
Misalnya saja biasakan kita mengucapkan salam kepada mereka saat sebelum dan
sesudah pergi. Maka anak akan meniru hal ini, dan ia akan memiliki kebiasaan
yang sama. Manakala ia bertemu dengan temannya, ia kan terlebih dulu mengucap
salam, selain menjadi kebiasaan baik, salam akan menghangatkan suasana dan
menjadi pembuka penerimaan social bagi oranglain.
Adapun upaya yang dapat dilakukan orangtua untuk mengajarkan
anak suka berteman adalah dengan mengumpulkan anak dalam satu kegiatan bersama
bisa dengan saudara-saudaranya ,dengan teman tetangganya atau dengan kelompok
bermainnya. Dengan melakukan kegiatan Bersama ini dapat memiliki kesempatan
untuk mempraktekkan keterampilan sosialnya. Hindari kegiatan yang justru
memupuk sikap iindividualistis dengan membekali anak mainan yang hanya dapat
dimainkan seorang saja. Misalnya saja orangtua membiarkan anak memainkan game
di gadget pada saat anak sedang bermain dan berkumpul Bersama. Rancanglah
sebuah kegiatan yang melibatkan aktivitas setiap anak, supaya anak tumbuh
menjadi anak yang aktif.
Sengaja dalam Family project yang saya lakukan beberapa kali melibatkan anak
lain yaitu sepupu kakak Aqila, selain untuk mengasah kecerdasan emosionalnya
sekalian melatihnya untuk mampu menjalin pertemanan dan sikap sosialnya. Family
project kali ini adalah membuat gas karbondioksida. Meskipun dalam system
pernafasan kita selalu menghasilkan karbondioksida, namun kita akan mengetahui
bahwa sebenarnya karbondioksida dapat dibuuat dengan cara lain.
Seperti biasa, kakak Aqila akan bekerjasama dengan mba Ela dalam
mengerjakan projectnya ini. Karena beberapa kali mereka sudah terlibat dalam
project-project sebelumnya, membuat mereka paham apa yang seharusnya mereka
lakukan terlebih dahulu, yaitu menyimak penjelasan ibu dan menerima setiap
peran yang mereka dapatkan. Maka kali ini mereka sudah tidak lagi rebutan alat
atau bahan. Tidak ada lagi persaingan antara mereka untuk berebut peran.
Ah..pemandangan seperti ini sangat langka. Maka saya sangat senang dengan
keteraturan ini. Sebenarnya bukan semata-mata mereka telah totalitas memahami
sikap social dan kaidah-kaidahnya, melainkan karena mereka sengaja saya buat
penasaran dengan percobaan yang akan dilakukan. Hehe… tapi setidaknya ini
adalah latihan yang kesekian kalinya dan mereka memperooleh kemampuan sikap
sosialnya masing-masing sesuai dangan usia mereka.
“MEMBUAT GAS KARBON DIOKSIDA”
Apa saja yang perlu disiapkan?
Bahan-bahan :
·
Plastisin
·
2 sedotan plastic yang bisa ditekuk
·
Gunting
·
Gelas yang tinggi
·
Pewarna makanan
·
Soda kue
·
Cuka makanan
·
Botol plastic
·
Sepotong kertas.
Langkah-langkah :
1. Tempelkan
plastisin mengelilingi ujung pendek sedotan. Hati-hatilah jangan sampai sedotan
menjadi gepeng.
2. Belahlah
ujung sedotan yang Panjang, kemudian masukkan sedotan kedua. Lalu kencangkan.
3. Isilah
gelas dengan air kemudian berilah satu tetes pewarna makanan lalu aduklah.
4. Tuangkan
setengah sendok makan soda kue mmelalui secarik kertas yang telah dilipat ked
lam botol, lalu tuangkan cuka ke dalam botol sampai seperempatnya.
5. Dengan
cepat masukkan sedotan, tempelkan plastisin untuk menutup celah antara mulut
botol dan sedotan, masukkan ujung sedotan kedua ke dalam gelas yang berisi air
berwarna. Lihatlah apa yang terjadi di dalam airnya.
Apa yang terjadi?
Pada gelas berisi air berwarna itu akan terbentuk
gelembung-gelembung gas karbondioksida.
Mengapa demikian?
Ketika suatu asam seperti cuka ( asam etanoat) bercampur dengan
zat karbonat seperti soda kue, kedua zat ini akan bereaksi dan menghasilkan
karbon dioksida. Gas yang terbentuk akan mengalir malalui sedotan menuju air
yang ada di dalam gelas dan membentuk gelembung di permukaan air.
Makna hari ini :
Stimulus yang diberikan orangtua kepada anak berupa sesuatu yang
membuat anak memiliki rasa ingin tahu tinggi merupakan hal penting yang harus
dilakukan orangtua. Paling tidak rasa ingin tahu anak yang tinggi akan
menjadikan mereka Memiliki kesamaan sikap, yang akan memudahkan orangtua untuk
memberi penjelasan dan keterangan. Kekompakan dan kerjasama menjadi terbangun
manakala mereka telah memiliki tujuan yang sama yaitu mensukseskan percobaan.
Sehingga mereka menyadari akan perannya masing-masing dan menghindari perdebatan
dan rebutan peran.
“MEMBUAT GAS KARBON DIOKSIDA”