Hallo Bunda .. kali ini tulisan Cara Membuat Benda yang Tenggelam Menjadi Terapung di Permukaan Air sudah kolaborasi antara Kakak Aqila sama Adik adzkiya ya..
Segala hal yg di sekitar kita dapat menjadi media belajar
dan sumber informasi bagi anak-anak. Mereka sangat menyukai alam, tanah,
rumput, bunga, tanaman, hewan, air, dan lain-lain. Ekplorasi berbagai benda
yang ada di lingkungan sekitar dapat memicu kreatifitas dan menumbuhkan rasa
ingin tahunya. Hal ini adalah fitrah belajar anak yang perlu mendapat perhatian
khusus.
Usai hujan deras, Aqila melihat selokan dengan aliran air
yang cukup deras, dia begitu ceria dan berharap bisa bermain di dalamnya. Dia
mencoba memasukkan berbagai macam benda ke dalam aliran air selokan. Dari batu,
ranting, daun, mainan, dan bunga. Dia melihat beberapa benda dapat mengikuti
aliran air selokan dan beberapa benda yang tak dapat mengikuti aliran air
melainkan tenggelam.
Dia menginginkan sebuah lempeng besi dapat mengalir bersama
air dan menganggapnya sebagai kapal pesiar. Namun yang terjadi adalah
tenggelamnya lempeng besi ke dasar selokan. Dia pun bertanya mengapa hal itu
bisa terjadi.
Tentu saja, karena perbedaan masaa jenis benda dengan massa
jenis air. Namun, bagi anak-anak, penjelasan itu tentu akan sulit diterima oleh
mereka. Maka, untuk menyiasati hal ini kita dapat mengajaknya beranalogi dengan
eksperimen sederhana.
Aqila pernah melihat kapal yang sangat besar dapat bergerak
di laut. Kapal laut yang terbuat dari besi dan dapat mengangkut berbagai benda
berat dapat dengan cepat mengarungi lautan yang luas. Padahal kenyataannya,
potongan besi yang kecil saja ketika dimasukkan ke dalam air akan tenggelam.
Untuk mengamati fenomena tersebut, saya
mengajaknya bereksperimen menggunakan lilin mainan dan kelereng. Secara
bergantian lilin mainan dan kelereng dimasukkan ke dalam wadah yang berisi air.
Mula-mula masukkan kelereng ke dalam wadah berisi air, yang
terjadi adalah kelereng tenggelam di dalam air. Lalu masukkan lilin mainan yang
berupa gumpalan. Ternyata lilin mainan pun juga tenggelam ke dalam air. Kedua
benda itu sama-sama tenggelam di air.
Lalu bagaimana kapal yang terbuat dari besi dan kendaraan
yang ada di dalam kapal tidak tenggelam saat berada di laut? Padahal keduanya dapat tenggelam di air.
Walaupun kapal terbuat dari besi namun secara keseluruhan
massa jenis kapal dibuat lebih kecil daripada massa jenis air. Dengan cara
membuat rongga pada dasar kapal hingga volume total kapal lebih besar dari
massa total kapal tersebut.
Hal tersebut dapat kita analogikan dengan eksperimen yang
menggunakan lilin mainan dan kelereng tadi. Setelah anak mengetahui kedua benda
itu tenggelam di dalam air, langkah selanjutnya adalah membentuk lilin mainan
seperti perahu. Lalu letakkan perahu yang sudah dibentuk itu kedalam wadah
berisi air. Ternyata perahu dari lilin mainan itu tidak tenggelam di dalam air.
Lalu letakkan kelereng di atas perahu tersebut. Apa yang terjadi?
Benda yang semula tenggelam dalam air menjadi terapung di
atas permukaan air menggunakan prinsip kerja dari konsep gaya apung atau gaya
Archimedes.