MENSTIMULUS ANAK SUKA MEMBACA
Bagian 5
Memfasilitasi anak
dengan sarana belajar yang asyik dan menyenangkan tentunya sangat
diperlukan untuk mendukung kebiasaan suka membaca. Namun segala bentuk
fasilitas yang diberikan tak selalu harus mahal ya bunda, kita bisa
melibatkan anak untuk membuat kreativitas sendiri yang dapat
mempercantik meja belajarnya atau rak bukunya. Tempelkan setiap hasil
kreativitas anak sehingga ia merasa bangga dengan hasil kerjanya yang
dapat berupa gambar, lipatan kertas, rangkaian bunga dll. Hal ini akan
menjadikan anak semakin semangat untuk membangun litersi habbit pada
anak.
Mari kita bangun budaya ilmiah di dalam rumah kita. hal ini
akan menuntut setiap anggota keluarga untuk memiliki perilaku dan
pembiasaan dalam diri untuk mendukung budaya ilmiah ini. Nah budaya
ilmiah dimulai dari apa? Tentu saja harus diawali dengan memberikan
Pendidikan terbaik, yaitu Pendidikan agama dan penanaman nilai-nilai
agama yang terwujud dalam pembiasaan pelaksanaan ibadah rutin seperti
sholat, tilawah Alqur’an, membaca doa sehari-hari, atau menghafal
alqur’an. Selanjutnya adalah budaya belajar. Orangtua perlu memberikan
teladan yang baik kepada anak-anaknya, lalu apa yang harus
dipelajari?apa saja sesuai kebutuhan dari masing-masing anggota
keluarga. Bila perlu membuat kesepakatan Bersama untuk menentukan jam
baca keluarga.
Sudahkah ayah dan bunda membacakan cerita pada si
kecil setiap hari? Munculkanlah gairah cerita anak dengan membacakannya
buku cerita, mereka tentu akan sangat menanti-nanti waktu bercerita
Bersama orangtuanya manakala jam baca telah disepakati dan kebiasaan
membacakan cerita ini telah terbangun. Seperti saya sampaikan sebelumnya
bahwa, kegiatan ini memiliki banyak manfaat karena menjadi wahana bagi
anak untuk dapat membuka cakrawala pengetahuan yang baru, sebagai sarana
bagi kedua orangtua untuk menanamkan nilai moral kepada anaknya juga
dapat menambah rasa cintanya terhadap buku dan dunia bacaan serta
sebagai upaya untuk menjawab rasa keingintahuan mereka terhadap sesuatu.
Baca Juga ya
Nah ada hal yang menarik dari kegiatan membaca Aqila tadi malam Bersama
ayahnya. Biasanya ia suka bercerita sendiri dengan bukunya, namun kali
ini ia mendapai ayahnya telah berada di rumah dan memiliki waktu luang,
ia enggan membaca buku cerita sendiri. Ia ingin ayahnya yang membacakan
buku cerita untuknya. Bahkan saya menawarkan diri untuk membacakannya
cerita iapun menolaknya. Baiklah, akhirnya saya hanya memperhatikan
keduanya asyik dalam kebersamaan dengan buku. Kali ini ayahnya kulihat
sangat berusaha sekali bercerita dengan sebaik mungkin agar Aqila
senang. Kulihat Aqilapun tampak tenang menyimak cerita yang disampaikan
ayahnya. Sesekali mereka bercanda dan tertawa Bersama. Tibalah mereka
pada sebuah halaman yang berisi tentang adab berwudhu. N ah, ini cocok
sekali untuk Aqila yang suka sekali bermain air saat berwudhu. Hampir
setiap kali selesai berwudhu Aqila harus selalu ganti baju karena
seluruh badannya basah semua akibat bermain air saat berwudhu. Inilah
waktu yang teat untuk mengajarkan kepada Aqila untuk tidak mubadzir air
saat berwudhu. Banyak pertanyaan yang muncul dari Aqila diantaranya
,mengapa tidak boleh main air saat berwudhu, Mubadzir itu apa, dan
bolehkah aku solat tapi tidak wudhu dulu. Wah rupanya rasa ingiintahunya
semakin banyak dan kami sebagai orangtuanya harus menjawab semuanya.
Dari kebersamaan Aqila dengan ayahnya saat bercerita ini diakhiri dengan
mempraktekkan tata cara berwudhu yang benar oleh Aqila.
Baca Juga ya
Membangun kebiasaan suka membaca dalam keluarga berarti kita telah
membangun Pendidikan dari dalam rumah. Salah satu tujuan utama
Pendidikan adalah pemenuhan kebutuhan rasa ingin tahu anak. Nah, rasa
ingin tahu anak akan semakin Nampak saat anak menerima informasi yang
menarik baginya. Tentunya hal-hal yang menarik dari anak-anak balita
perlu kita gali dan pahami. Perkuat rasa ingintahunya dengan
menstimulusnya melalui bercerita mengunakan buku cerita bergambar.
Karena rasa ingin tahu anak adalah fitrahnya yang perlu dijaga,
dipelihara dan diarahkan.