MENCERDASKAN EMOSI ANAK MELALUI FAMILY PROJECT
BELAJAR SAINS DENGAN BAHAN MAKANAN
BAGIAN 3 “MEMBEKUKAN GARAM DAN GULA”
Masih pada tahap untuk memahami perasaan si kecil dengan
berbagai upaya agar si kecil dapat mengeksplorasi perasaannya. Tentunya hal ini
dapat dikembangkan dengan menggunakan komunikasi produktif. Membangun
percakapan yang tujuannnya untuk memancing anak agar dapat mengeksplorasi
perasaannya.
Mengapa harus dengan family project? Karena family project akan
melibatkan banyak hal dari diri seorang anak. Sebagai orangtua kita hanya
berperan sebagai fasilitator. Si kecil akan melakukan serangkaian aktivitas
atau kegiatan karena akan berperan menjadi sesuatu. Ketika si kecil tengah
berproses dalam menjalankan perannya, ia juga akan menemui banyak hal yang
menyenangkan, menyebalkan, melelelahkan dan lain-lain. sehingga hal-hal ini
akan melibatkan beberapa emosinya dengan ekspresi yang berbeda-beda sebagai
wujud dari apa yang sedang ia rasakan.
Mengapa anak perlu mengeksplorasi perasaannya? Karena fungsi
eksplorasi perasaan adalah untuk membantu si kecil mengenali dan memahami
dirinya sendiri. Yang nantinya akan sangat membantunya dalam mengambil makna
dari apa yang ia rasakan sendiri tentang berbagai peristiwa, harapannya akan
sesuatu, minat dan bakatnya serta potensinya.
Project kali ini adalah melakukan percobaan untuk membekukan
larutan gula dan garam. Sambil bermain warna yang sangat digemari kakak Aqila.
Ketika si koki kecil ini dalam keadaan senang akan sangat mudah bagi ibu
bertanya kepadanya dan iapun akan sangat cepat dan mudah menjawabnya. Berbeda
saat kakak Aqila sedang uring-uringan, bakalan lama urusannya. Jangankan mau
mengeksplorasi perasannya, memandang ibu pun ia tak mau. Ia akan ngomel-ngomel
sendiri atau cemberut diam mematung sepanjang ia mau. Maka melalui famlily
project ini, sangat membantu ibu untuk dapat membanguun komprod pada kakak
Aqila, karena kebutuhan akan rasa ingin tahunya yang tinggi terpenuhi melalui
project-project yang ibu lakukan bersamanya, sehingga kegiatan melakukan
percobaan ini sangat diminati oleh kakak Aqila.
Seperti biasa komprod yang ibu lakukan disaat kami sedang melakukan persiapan
untuk melakukan percobaan,
“kak, untuk membedakan mana larutan garam dan mana laruta gula
kita akan menggunakan dua warna, kakak mau warna apa saja?”
“ merah sama hijau saja ya bu..”
“ iya, kakak yang nanti kasih warnanya ya”
“ okey bu..trus aku yang aduk-aduk ya bu”
“iya dong..kan kakak koki nya. Kita kan melihat mana yang bisa
jadi es atau enggak, garam atau gula ya…”
“hehehe… nggak tau bu..”
“ makanya kita akan mencobanya Bersama.”
“Oya kak, kemarin ibu tu waktu jalan ditabrak orang dari belakang,
karena orangnya lari-lari jadi nabrak ibu. Ibu rasanya maraaah banget, karena
ibu hamper mau jatuh”
“ ibu marahin orangnya nggak?”
“ ya enggak, tapi perasaan ibu yang marah. Kalau ibu marah tu
jantungnya ibu rasanya dag dig dug kenceng banget, nafasnya ibu jadi
ngos-ngosan. Trus ibu sampai membanting bungkusan yang lagi ibu bawa.”
“ kenapa ibu nggak marahin aja orangya, kan dia udah nabrak ibu,
kalau ibu jatuh trus sakit gimana?”
“ ibu ya malu lah marah-marah. Kan ibu dah besar, lagian
memafkan oranglain yang berbuat salah sama kita lebih baik loh…mmm…kakak aqila
pernah marah kayak marahnya ibu nggak? Yang deg-degan keceng gitu, kemarin ibu
lihat kakak juga sampai banting mainan-mainannya ya?”
“ iya bu…kemarin aku marah sama mb ela, kalau aku marah aku pengen
pukul mb ela.”
“ loh kenapa mau pukul”
“ya mb ela nya nakal, dia ngata-ngatain aku terus, trus dia
nggak mau lagi main sama aku. Aku ya marahlah.”
“ooooh… gara-gara marah kakak banting mainannya juga ya?”
“iya…aku kan maunya main bareng-bareng sama mb ela, tapi
bonekanya sama dia mau dipakai semuanya sendiri. Yaudah aku banting aja
bonekanya.”
“ besok lagi kalau main sama mb ela kakak ngalah ya…kalau dia
mau main boneka, kakak main yang dulu aja. Gantian gitu mainnya. Kalau dia udah
nggak mau main, yaudah kakak pulang aja mainnya sama ibu di rumah kan…sekarang
udah maafaan belum sama mb ela ?”
Kulihat kakak Aqila hanya tertunduk diam saja, kode kalau dia
sudah tidak mau jawab lagi karena ibu sindir soal maafan. Sepertinya dia belum
bisa memaafkan mbk sepupunya dan nggak mau membahasnya lagi, ya…sampai disini
juga sudah cukup eksplorasinya. Persiapan percobaan telah selasai dilakukan,
saatnya beraksi.
MEMBEKUKAN GARAM DAN GULA
Bahan-bahan yang diperlukan :
2 buah gelas kecil
2 buah pewarna makanan yang berbeda warna.
Gula
Garam
Air
Cetakan kubus es atau cetakan agar-agar.
Jalannya percobaan :
1. Isilah kedua gelas kecil dengan air
2. Warnai air pada masing-masing gelas dengan beberapa tetes warna yang
berbeda.
3. Larutkan garam pada gelas berisi air berwarna merah dan gula pada gelas
berisi air berwarna hijau.
4. Tuangkan kedua larutan ke dalam cetakan, masing-masing pada ujung yang
berbeda.
5. Masukkan cetakan tersebut kedalam lemari es selama kuranglebih 2 jam.
Apa yang terjadi? :
Larutan gula membeku dan larutan garam tetap cair.
Mengapa demikian? :
Air biasa berubah menjadi es pada suhu 00C. baik gula ataupun
garam menurunkan titik beku air. Tetapi, molekul gula lebih berat daripada
molekul garam. Dalam satu sendok makan, terdapat lebih banyak molekul garam
daripada molekul gula sehingga molekul garam menurunkan titik beku air dua kali
lebih besar dari pada gula.
Nah ketika kita membuat es krim, tentunya kita kan memasukkan susu/krim,
gula,vanili dan gelatin pada wadah khusus yang ditempatkan di lemari es. Air
campuran itu tidak akkan beku sekeras batu dengan penambbahan cukup garam untuk
menurunkan suhunya hingga di bawah -30C. itulah sebabnya, garam sangat penting
untuk pembuatan es krim.
Makna hari ini :
Membangun cerdas emosi melalui komunikasi produktif dan
menjadikan orangtua sebagai model untuk memancing si kecil dapat mengeksplorasi
perasaannya.
Kakak Aqila memiliki wawsan baru bahwa garam adalah bahan yang sangat penting
untuk campuran membuat es krim.