CATAT... BUAT ANAK BAHAGIA, AGAR KELAK MENJADI ORANG
DEWASA YANG BAHAGIA DAN MEMBAHAGIAKAN ORANGLAIN
-------------------------------------------------------------------
BAHAGIAKU, KETIKA BISA MENCIPTAKAN BAHAGIAMU
Masih saja aku teringat moment dimana aku menyesali sesuatu
karena kurang peduliku atas luka di kaki putriku dan kubiarkan dia sendirian
menahan sakit agak lama. Lalu aku meminta maaf padanya dengan merangkai bunga
geranium dua warna. Hal ini yang menyentuh hatinya untuk memaafkanku dan dia
membuat rangkaian bunga geranium yang ia berikan padaku beberpa kali dalam
sehari. Terharu sekali melihat dia yang tiba-tiba tidak lagi merasakan sakit
atas luka di kakinya.
Rupanya hal ini merasuk begitu dalam di relung hati putri
kecilku. Bagaimana tidak, setiap kali dia mendapati bunga atau tanaman yang
bagus menurutnya dia akan memetiknya dan diberikan padaku. Kali ini adalah
tanaman hias daun pucuk merah yang menarik perhatiannya. Beberapa kali ia
menjumpai daun pucuk merah ini di beberapa tempat yang ia datangi bersamaku.
Kuperhatikan ia memetic daun pucuk merah itu lalu menghitungnya, satu untuk
ibu, satu untuk ayah, satu untuk aku. Begitu aku mendengarnya bergumam
sendirian. Saat di rumah pamannya yang banyak sekali tanaman daun pucuk merah,
dia langsung memetiknya dan memberikannya pada ayah dan ibunya. Tak lupa dia
berpesan pada kami untuk menyimpannya sebagai bukti bahwa bunga itu pemberian
darinya.
Saat kami berdua berbelanja di sebuah warung, dia pun melakukan hal
yang sama. Hanya saja tidak dia berikan langsung kepadaku. Namun sesampainya di
rumah dia memberikannya padaku dengan senyuman lebarnya yang teramat manis.
mungkin kalau di warung aku sedang sibuk berbelanja, memilih dan mengingat
barang-barang yang mau dibeli. Sehingga dia menunda memberikannya sampai di
rumah.
Ketika aku dengan tulus memberikan cinta dan kasih sayang,
justru akulah yang dihujani cinta dan bunga olehnya. Ketulusan itulah yang
menurutku telah menyentuh hatinya. Terharu dan bahagia, serasa melambung tinggi
aku dibuatnya hanya dengan setangkai bunga yang belum pernah aku dapatkan dari
siapapun termasuk suamiku sendiri. mungkin karena aku juga tak pernah
memberinya bunga kali ya, hehehehe.
Perlu kita semua ketahui bahwa pengalaman dan kenangan indah
seorang anak Bersama orangtuanya, kelak ketika anak telah dewasa maka
pikirannya akan dipenuhi dengan kenangan indah. Jika kenangan indah dan
menyenangkan ini telah memenuhi benak dan hati sang anak, maka dia pun akan
memeberikan hal terindah untuk orangtuanya. Mengapa membuat anak bahagia sangat
penting dan harus menjadi perhatian khusus bagi setiap orangtua? Ada banyak
dampak positif dari kebahagiaan anak di masa kecilnya. Namun sebagai orangtua
tetap harus waspada dan selektif terhadap hal-hal yang membuat anak senang.
Karena biasanya orangtua keliru memaknai kebahagiaan anak dengan memberikan
segala hal yang anak inginkan dan melupakan Pendidikan karakter, norma, akhlak,
kedisiplinan, kemandirian dan rasa empaty. Yang mana hal-hal ini membutuhkan
penanaman pada diri anak dengan proses waktu yang tidak sebentar bahkan harus
melalui proses untuk menunda keinginan dan kesenangan anak. Jangan sampai kita
sebagai orangtua menuruti segala kemauan anak dengan dalih yang penting anak
senang dan merasa sudah membahagiakannya padahal dengan memberikan segalanya,
bisa jadi justru akan menyulitkannya di masa depan.
Adapun hal-hal positif yang menjadi alasan kita harus membuat
anak merasa bahagia di masa kecilnya diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Kebahagiaan
di masa kecil akan membentuk jati diri dan kepribadian yang baik pada diri
anak. Meskipun tidak semua kenangan indah itu akan diingat oleh anak ketika
dewasa, namun kenangan di masa kecil ini akan meninggalkan bekas pada diri anak
berupa nobble attitude.
2. Anak
akan tumbuh menjadi anak yang kreatif dan memiliki pikiran yang jernih. Karena
ia bebas berkreasi saat bermain di masa kecil. Masa kecilnya tidak terampas
dengan sederet aturan-aturan yang menekan dirinya. Secara kejiwaan pun anak
tidak tertekan karena dimarahi oleh orangtuanya karena melakukan
kesalahan-kesalahan tertentu. Sehingga ia mampu menciptakan
kretifitas-kreatifitas yang tanpa batas.
3. Jika
anak telah menemukan kebahagiaan dari dalam rumahnya Bersama orangtuanya, makai
a tak akan mencari-cari kesenangan diluar keluargaya saat ia remaja dan dewasa
nanti, karena di dalam dirinya telah tertanam karakter yang kuat sejak dini dan
menemukan jati dirinya yan didampingi oleh orangtuanya.
Nah, bukankah kita memiliki harapan besar terhadap anak-anak kita?
kita menginginkan ia tumbuh dengan baik, memiliki keteraturan diri dan akhlakul
karimah. Semua itu akan mudah ditanamkan oleh orangtua kepada anak, jika anak
bahagia dan memiliki kepercayaan penuh kepada orangtuanya. Mari berbahagia
Bersama mereka, anak-anak kita.
Sayapun masih selalu berupaya untuk menjadi ibu yang baik bagi
anak saya, terkadang saya pun khilaf karena masih melibatkan emosi manakala
diri dan hati saya tidak stabil. Namun, ikhtiyar tetap harus dilakukan demi
sang buah hati yang nantinya akan menjadi pelaku sejarah peradaban dunia ini.
Jangan samapai anak-anak kita tergerus dan lenyap oleh zaman. Anak-anak kita
harus kokoh dengan kuat iman, ilmu dan aklhaknya. Selamat aqidahnya, selamat
akhlaknya dan selamat kehormatannya.
Maka, ikhtiyar untuk berproses Bersama anak, belajar bersama anak dan bahagia
Bersama anak. Lalu bagaimana menjadikan anak-anak kita bahagia di masa
kecilnya? Hal-hal berikut ini semoga dapat menjadi perhatian dan bermanfaat
bagi kita semua :
4. Sadari
dan akui semua kondisi kita tentang kekurangan dan kelemahan-kelamahan kita.
jangan sampai kita merasa paling benar dan menyetir anak kita dengan Pendidikan
ala robot.
5. Pastikan
dalam diri kita bahwa kita tetap menjadikan anak-anak kita dalah anak-anak yang
sebenarnya. Bukan memaksakan kehendak kita kepada anak supaya anak dapat
memiliki perasaan dan pikiran yang sama seperti orang dewasa. Karena mereka
adalah anak-anak dan bukan orang dewasa yang berada dalam tubuh yang kecil.
Berikan hak-hak anak dan selami pemikiran dan perasan mereka.
6. Dalam
menanamkan kemandirian dan kedisiplinan, berikan pertahap kepada anak dan
sesuaikan dengan usianya, metodenya juga harus menyenangkan. Jangan bebani
mereka dengan hal-hal yang diluar batas kemampuan anak, tugas dan tanggungjawab
yang berlebihan.
7. Cintai
dan sayangi anak-anak kita dengan tulus. Jangan pelit memberi pujian dan
apresiasilah segala capaian mereka meskipun hal-hal kecil yang mereka lakukan.
Berikan motivasi tanpa batas, jangan hanya memujinya saat mereka berbuat baik
saja, namun saat mereka melakukan kesalahanpun kita tetap dapat memberinya
semangat dan pujian. Terimalah mereka apa adanya dan terima kekurangannya.
8. Didiklah
anak-anak kita dengan kesungguhan, kesabaran dan penuh kesadaran. Sadar kalau
marah jangan berlebihan, sadar saat kita yang melakukan kesalahan segera minta
maaf, buang jauh-jauh rasa gengsi kita meskipun mereka anak kita, dengan sikap
ini anak akan mengerti bahwa tak ada gengsi untuk mengakui kesalahan dan
meminta maaf.
9. Perhatikan
semua kebutuhannya baik fisik maupun psikologisnya.
Yang terpenting adalah meneladani Rosulullah dalam mendidik anak. Tetap
semangat belajar dan mengkaji ilmu-ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan anak.
Membuat anak bahagia, agar kelak menjadi orang dewasa yang
bahagia dan membahagiakan oranglain.